Studio Daurat Swadesi
kami awalnya, memakai area parkir, dengan pelaratan seadanya, sewaktu siaran, dan juga ada di antara tempat tidurnya anak anak pengungsi korban gempa. namun tetap On Air terus 24 Jam.. Kemudian situasi agak kondusif -meski masih sering terjadi Gempa – kami pindah disenuah kamar, yang biasanya dulu dipakai kamar kerja oleh pak Hendro. dia ngalah.kemudian kamar sebelahnya dipakai buar studio produksi. sekaligus gudang.

yups, salut dech buat seluruh crew swadesi coz dah “nguri-uri” biar itu radio tetap eksis, yow tetep smangt y…….. ehm ada pepatah bilang SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, SEKALI DI UDARA TETAP DIUDARA…………. stuju g?