Hendro Plered, penanggung jawab siaran, sejak SD ( tahun 75 ), sudah “Ngiler” : dengan radio El-Veyra- yang saat itu didusun Wonokromo, meski masih di SW. sudah mulai sering main kes Studio tersebut. ( Tetapi radio tersebut sudah almarhum.) yang punya hoby elektronika sejak SMP, ketika ikut kursus elektronika dibalai kelurahan Pleret. Kemudian mulai dari “Utahk Uthek “ radio. Sampai beberapa radio Bapak Ibunya ( tentu saja kena Damprat ! ) karena jadi korban, kemudian mencoba membuat pemancar “ cepek-an “ . pernah diklat penyiar di radio MBS, Jurnalis radio di UNISI FM, juga pengisi acara Head Line JUS “ Star FM, magang di radio Suara Kenanga, dan sekarang juga aktif di Tisaga FM…dan juga masih aktif sebagai entertainer di Kota Yogyakarta, baik dari Panggung ke Panggung dan Pemain Tetap Warung Komedi Taman gabusan TVRI Yogyakarta
Melatih semua Crew dari teori, pengetahuan dasar dasar radio, olah vocal, SOP radio, Dan lain lain. Equipmen Radio adalah Swadaya-nya. “ Sangat tidak Mungkin saya minta kepeda warga sekitar Swadesi untuk Share dana buat mendirikan radio. Mereke sekarang sudah berdiri rumahnya saja ikut bersyukur syukur. Mereka harus kita Hibur , kita kasih santapan moral !”, jelasnya ketika kenapa nekat rela “Tombok” mau mengibahkan radio untuk masyarakat. Apalagi mengajari anak dan remaja tanpa pamrih.
konco prihatin lahir batin…oke radio yang berani tombok se Indonesia !!!
bagi-bagi pengalaman dong? aku juga orang desa yang mendirikan radio komunitas petani dan masyarakat desa, baru 3 bulan tapi kok selalu saja ada yang kurang enak didengarkan bila dibandingkankan dengan radio komerrsial yang dibos-i orang2 kota dan gede2 duite, apa karena buatan sendiri ya. freq berubah-ubah, dan komputernya sering ngadat.
pertama mendirikan radio harus diutamakan aspek tehnik-nya. baru kedua kontens. sebab faktor tehnik sangat penting baik. dari Power suply, Transciever yang PLL ( pengunci Frekwensi ), Coax cable-nya sampai matching antena-nya. jangan minder dengan Radio raksasa. kita tetap akan berguna. dan berusahalah senidri semaksimal mungkin. radio Swadesi FM1079, awalnya juga sederhana…kita juga swadaya. tanpa harus menunggu bantuan LSM / NGO. sebab biasanya radio bantuan. akan segera bubar. atau rebutan. bahkan ada yang malahan dijual beberapa peralatannya.
Yang namanya radio Orientasinya adalah harus puluhan tahun ke depan, kalau bisa 1 hari menjelang Qiyamat. jangan hanya setahun 2 tahun tamat. oh iya letaknya dimana mas…saya dengan suka rela akan berikan tenaga membibing anad bersan teman teman.karena semboyanku. kalau bisa besok masuk surga lewat media ibadah radiooo